Monday, November 26, 2012

LAPORAN RESMIi : PENGENALAN DAN PENGGUNAAN ALAT PERCOBAAN

BAB II
ISI PRAKTIKUM
2.1 PENGENALAN DAN PENGGUNAAN ALAT PERCOBAAN
2.1.1 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui fungsi dari alat-alat percobaan
2. Dapat memudahkan mahasiswa untuk mempersiapkan peralatan sebelum percobaan
3. Mempelajari penggunaanya dalam praktikum
2.1.2 Dasar Teori
Sebelum Melakukan percobaan praktikum, kita diperkenalkan dulu pada peralatan-peralatan yang akan kita gunakan dalam melakukan percobaan.Ada beberapa macam alat-alat yang akan digunakan pada saat percobaan diantaranya yaitu thermometer batang dan badan, kaki tiga, kalori meter, jangka sorong, neraca pegas, beban, bola kaca, segitiga porcelin, stopwatch, bejana, ember, gelas ukur dan lain-lain. Pada saat menggunakan peralatan percobaan kita harus teliti dengan nilai yang ditunjukan oleh peralatan yang berfungsi untuk mengukur atau menghitung suatu beban agar pada saat menghitung hasil percobaan datanya akurat.Peralatan percobaan harus di gunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
2.1.3 Hasil Pengamatan dan pembahasan
NO.
Nama alat
Fungsi
1.
Termometer batang
Pengukur suhu ruangan
2.
Termometer badan
Pengukur suhu badan
3.
Kaki tiga
Sebagai dudukan pada saat memanaskan
4.
Kalorimeter
Tempat memanaskan air dan mempertahankan panas
5.
Neraca Pegas
Untuk mengukur berat beban yang digantungkan
6.
Segitiga porcelin
Penahan panas
7.
Stopwatch
Penghitung waktu
8.
Beban
sebagai beban yang digunakan pada saat percobaan
9.
Bola kaca
Bahan yang digunakan pada percobaan kekentalan cairan
10.
Neraca
Digunakan untuk mengukur berat benda
11.
Jangka Sorong
Pengukur diameter benda/ bola
12.
Bejana / Ember
Tempat menampung air
13.
Gelas Ukur
Untuk mengukur cairan atau menampung cairan dan memiliki volemu tertentu
14.
Kompor sepirtus
Sebagai pemanas
Untuk thermometer badan hanya digunakan untuk mengukur suhu badan.Untuk gelas ukur mempunyai beberapa volume tertentu.Pada saat percobaan kita bisa melihat nilai yang ditunjukan alat-alat percobaan seperti jangka sorong, neraca, pegas, stopwatch dan lain-lain.
Ada beberapa peralatan percobaan yang mudah pecah diantaranya, thermometer, gelas ukur,dan lain-lain.Peralatan tersebut harus ditempatkan di tempat yang aman.Setelah pemakaian peralatan percobaan harus mencuci dan menyimpannya ke tempat semula.
2.1.4 Gambar Alat
Gambar 2
Gambar 1

Gambar 4
Gambar 3
Gambar 7
Gambar 9
Gambar 11
Gambar 13
Gambar 14
Gambar 12
Gambar 10
Gambar 8
Gambar 5
Gambar 6



2.1.5 Analisis kesalahan
1. Penggunaan alat yang tidak sesuai dengan prosedur percobaan
2. alat yang dipakai mengalami kerusakan
2.1.6 Kesimpulan
1. Pada saat menggunakan peralatan percobaan harus berhati-hati
2. Pada saat menggunakan peralatan yang berfungsi sebagai penghitung atau pengukur,harus teliti dengan nilai yang ditunjukan alat tersebut
3. Peralatan yang mudah terbakar atau pecah harus di tempatkan di tempat yang aman
4. Mencuci peralatan percobaan setelah selesai melakukan percobaan dan menyimpannya kembali
2.2 PERCEPATAN GRAVITASI
2.2.1 Tujuan
1. Menghitung percepatan gravitasi di suatu tempat dengan percobaan ayunan bandul
2. Mengitung percepatan gravitasi di suatu tempat dengan prcobaan pegas beroscillasi
3. Mengitung percepatan gravitasi di suatu tempat dengan prcobaan oscillasi cairan dalam tabung

2.2.2 Dasar Teori
Percepatan Gravitasi adalah perubahan kecepatan gaya tarik bumi terhadap suatu benda / zat. Gaya tarik bumi terhadap benda / zat tersebut dipengaruhi oleh jauh atau dekatnya zat / benda terhadap pusat bumi. Semakin jauh benda dari pusat bumi maka semakin kecil percepatan gravitasinya. Begitu juga sebaliknya, semakin dekat suatu benda dengan pusat bumi maka percepatan gravitasi pada benda tersebut akan semakin besar.
Berat suatu benda ( W = m.g) sama dengan gaya tarik terhadap benda kuat .Medan gravitasi didefinisikan sebagai gaya gravitasi persatuan massa. (g = ).
Kuat medan gravitasi sering disebut percepatan gravitasi.Kuat medan gravitasi temasuk besaran vektor. g = G. ²
Untuk menentukan percepatan gravitasi dapat dilakukan dengan melakukan metoda berikut:
1. Ayunan Bandul
2. Oscillasi pegas berbeban dan
3. Oscillasi cairan.
Menurut Hukum Newton II gaya yang menyebabkan benda kembali seimbang dapat ditentuan dengan menggunakan rumus:
Fres= m
Dimana : x = Simpangan dari titik seimbang
Fres=Gaya yang menarik kembali kedudukan seimbang.
T = Waktu oscillasi sampai berhenti.
Pada sebuah ayunan bandul berlaku rumus berikut:
g = Percepatan gravitasi
l = Panjang tali penggantung
Untuk Pegas:
Dimana:
T = Waktu Oscillasi (s)
C = Konstanta pegas (g)
x = Besar simpangan (cm)
m = massa pegas (g)
g = percepatan Gravitasi (cm/dt2­)
2.2.3 Alat dan Bahan
1. Statif
2. Beban
3. Stopwatch
4. Pegas
5. Tali
6. Penggaris
2.2.4 Prosedur Percobaan
A. Menentukan gravitasi dengan ayunan bandul :
1. Menyiapkan peralatan ayunan bandul
2. Mengukur panjang tali pengikat
3. Membuat sudut simpangan
4. Mengukur dan mencatat waktu untuk simpangan bandul sampai keadaan diam
5. Menghitung percepatan gravitasinya.
6. Membuat suatu daftar data-data percobaan tersebut
B. Menentukan gravitasi dengan oscillasi pegas
1. Menyiapkan peralatan ayunan pegas
2. mengukur dan mencatat berat beban yang akan dipakai sebagai pemberat pegas dalam percobaan
3. Menentukan konstanta pegas
4. Membuat simpangan sebesar 2cm, kemudian lepaskan sehingga timbul oscillasi dengan beban
5. Mengukur dan mencatat waktu pegas beroscillasi sampai kedudukan seimbang ( T )
6. Menghitung massa dari beban tersebut melalui rumus
m =
7. Menghitung gravitasi bumi terhadap beban tersebut melalui rumus g =
8. Mengulangi langkah 1 s/d 4 bila beban ditambah beban 100 gram
9. Mengulangi langkah 5 s/d 7
10. Dengan menambah secara bertahap 100 gram ulangi percobaan diatas seperti langkah no.8 s/d 9
11. Menghitung gravitasi rata-rata tersebut
12. Membuat suatu daftar data-data hasil percobaan tersebut
2.2.5 Hasil Percobaan dan pembahasan
A. Ayunan Bandul
Perc
n
m
l
t
f
T
g
1
94
70
30
104
0,9
1,1
1,21
9,78
95,6
2
95
70
30
106
0,89
1,12
1,25
9,46
89,5
3
97
70
30
110
0,88
1,13
1,29
9,17
84,1
m/s²
m/s² m/s2
m/s²
= = 0,2 m/ s2
Data terbaik
+ = 9,47 + 0,2 = 9,49 m/s2
- = 9,47 – 0,2 = 9,27 m/s2
B. Pegas Beroscillasi
Perc
Simp
m
x
t
f
T
c
g
1
47
70
2
15,05
3,11
0,32
27
7,71
2
49
70
2
16,64
2,95
0,34
23,8
6,8
3
54
70
2
19,62
2,76
0,36
21,3
6,1
m/s2
m/s²
m/s² (7,71 + 6,8 + 6,1 ) =142,85
m/s²
Data terbaik
= + =6,87+ 0,46 = 7,33m/s2
= - =6,87 – 0,46= 6,41m/s2
= 0,46 m/s²
Nilai gravitasi dari percobaan ayunan bandul dari percobaan 1 sampai 3 nilainya yaitu (9,17 m/s2) (9,46 m/s2) (9,78 m/s2) dan untuk nilai rata-rata dari gravitasinya yaitu (9,47 m/s2).Untuk data terbaik nilainya berkisar antara (9,49 m/s2) dan (9,27 m/s2) jadi hasil percobaan dan penghitungan data nilainya mendekati nilai akurat yaitu nilai gravitasi (9,8 m/s2 ).
Untuk nilai konstanta dari percobaan pegas ke 1 sampai 3 yaitu (21 sampai 27 N/m) dan untuk gravitasinya berkisar antara (6 sampai 7) selain itu nilai konstanta dan simpangan dan waktu yang di butuhkan akan berpengaruh terhadap nilai gravitasi yang akan di dapat. Untuk nilai rata-rata gravitasi dari percobaan pegas yaitu 6,87 m/s2.Selisih data terbaik untuk yang di tambah dan di kurangi hanya sedikit yaitu 7,33 m/s2 dan 6,41m/s2
2.2.6 Analisis kesalahan
1.Kesalahan perhitungan konstanta mempengaruhi nilai gravitasi
2.Selisih nilai antara data terbaik yang dikurangi dan di tambah nilainya besar
2.2.7 Kesimpulan
1. Percepatan gravitasi dipengaruhi oleh jauh atau dekatnya benda dengan pusat bumi
2. Pada saat menghitung waktu untuk percobaan ayunan dan pegas harus teliti agar nilai percepatan gravitasinya akurat
3. Pada saat menghitung konstanta untuk pegas dinamis tidak menggunakan percepatan gravitasi
4. Waktu, besar simpangan dan massa berpengaruh pada nilai gravitasi
5. Mengulangi percobaan agar nilai yang di dapat akurat
2.3 MENENTUKAN KOEFISIEN KEKENTALAN
2.3.1 Tujuan
1. Dapat menentukan dan menghitung koefisien kekentalan suatu zat cair menurut hukum stokes
2. Dapat menghitung rapat muatan bola
3. Dapat menghitung rapat muatan cairan
2.3.2 Dasar Teori
Menurut hukum Stokes: Viskositas atau sering disebut juga kekentalan.Contoh fluida kental yaitu oli, memiliki koefisien viskositas besar ( ).Sedangkan contoh fluida tak kental yaitu air memiliki koefisien viskositas kecil ( ).Koefisien K bergantung pada geometric benda.Untuk bentuk bola bendanya K=6πr.
Jika sebuah bola bergerak melalui cairan yang lain, maka pada bola bekerja gaya penghalang R, yang dinyatakan dengan persamaan :
R =
Dimana:
= koefisien kekentalan zat cair
r = jari-jari bola
v = kecepatan relative bola dalam zat cair
Jika bola bergerak jatuh secara vertikal, maka pada bola tersebut bekerja gaya penghalang R, gaya berat bola sendiri dapat diketahui sebesar:
Untuk gaya pemegang:
Dimana:
= rapat bola
= rapat zat cair
Maka:
Rapat berat bola = gaya apung ke atas + gaya penghalang
= +
Jadi koefisien kekentalan dapat ditentukan dengan persamaan sbb:
2.3.3 Alat dan Bahan
1. Gelas ukur 500 ml
2. Bola kaca
3. Stopwatch
4. Neraca / timbangan.
5. Jangka sorong dan Mistar
6. Minyak mentah
7. Air
2.3.4 Prosedur Percobaan
1. Menimbang bola kaca dan mencatat masing-masing bola dan mengidentifikasi serta mencatat beratnya.
2. Mengukur rapat muatan dari cairan dan mencatat dalam data.
3. Mengukur diameter bola dan hitung volume dari masing-masing bola dan mencatat data-data tersebut.
4. Mengisi gelas ukur dengan cairan/ minyak sampai penuh 500 ml.
5. Bola logam dijatuhkan dalam zat cair dan mencatat waktu yang diperlukan untuk jatuhnya bola di dalam zat cair sampai ke dasar pipa tersebut.
6. Menghitung kecepatan akhir yang dicapai dari bola.
7. Menghitung rapat muatan dari bola.
8. Menghitung koefisien kekentalan dari zat tersebut.
9. Mengulangi langkah 1 s/d 8 untuk jenis bola lainnya.
10. Mengulangi langkah 1 s/d 8 untuk jenis cairan yang lain.
2.3.5 Hasil percobaan dan pembahasan
A. Bola kaca
No.
Jarak
Diameter bola
Waktu pada minyak
Waktu pada air
η
minyak
air
minyak
air
1
30
30
2,4
0,52
0,77
0,30
0,40
2
30
30
2,4
0,55
0,40
0,32
0,21
3
30
30
2,4
0,56
0,42
0,33
0,22
r bola = 1,2
V = 7,24 cm³
B = 18,75 gram
air = 1gr/cm³
minyak = 0,83 gr/cm³
bola = 2,6 gr/cm
Minyak Air
V m = cm/s V a = cm/s
V m = cm/s V a = cm/s
V m = cm/s V a = cm/s
=
= Cp
= Cp
= Cp
=
= Cp
= Cp
= Cp
Data terbaik
Cp ( )² = 2563,4
=
=
= 17,27 Cp
Data terbaik
+ = 27,8 + 17,27= 45,07 Cp
­ = 27,8 ─ 17,27 = 10,53 Cp
Cp ( )² = 2987,14
=
=
= 0,7 Cp
+ = 31,54 + 0,7 = 32,34 Cp
- = 31,54 ─ 0,7 = 30,84 Cp
Nilai kecepatan yang di peroleh dari percobaan ini untuk minyak berkisar antara (53 sampai 57) sedangkan untuk kecepatan pada air nilainya berbeda-beda yaitu (38) (71) dan (75).Untuk viskositas rata-rata pada air yaitu 27,8 Cp dan viskositas rata-rata pada air yaitu 31,54 Cp.Untuk data terbaik dari viskositas air yang di tambah dan di kurangi yaitu (45,07 Cp) dan (10,53 Cp) sedangkan untuk data terbaik minyak untuk yang di tambah dan di kurangi selisihnya hanya sedikit yaitu (32,34 Cp) dan (30,84 Cp)
2.3.6 Analisis kesalahan
1.Untuk perhitungan viskositas air selisih nilainya cukup besar
2.Pada saat perhitungan waktu harus teliti sehingga data yang dihasilkan akurat
2.3.7 Kesimpulan
1.Oli merupakan fluida yang memiliki viskositas besar ( )
2.Viskositas dipengaruhi oleh bentuk geometrik bendanya
3.Nilai viskositas di pengaruhi oleh rapat bola,rapat zat cair dan rapat minyak
4.Data terbaik untuk viskositas minyak berkisar antara 30 sampai 32
5.Data terbaik untuk viskositas air berbeda-beda yaitu 45,07 Cp dan 10,53 Cp
2.4 THERMOMETER
2.4.1 Tujuan
Setelah praktikum mahasiswa dapat memahami dasar-dasar peneraan suatu thermometer dengan menggunakan thermometer badan sebagai alat yang di tera serta :
1. Membaca suhu kamar / ambient temperature
2. Menghitung harga skala batang
3. Menghitung suhu sesngguhnya dari thermometer yang ditera
4. Menghitung koreksi thermometer yang ditera.
2.4.2 Dasar Teori
Thermometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu benda yang berupa zat padat, cair, dan gas.Thermometer memanfaatkan sifat termometrik (perubahan fisis zat karena dipanaskan). Suhu biasanya di ukur pada skala celcius atau Fahrenheit.Untuk ilmu pengetahuan digunakan skala mutlak Kelvin.
Dalam menentukan skala thermometer diperlukan dua titik tetap yaitu suhu es yang sedang mencair sebagai titik tetap bawah dan suhu uap air yang mendidih sebagai titik tetap atas.Pada skala celcius dan Fahrenheit berbeda pada saat suhu es sedang mencair dan suhu air yang mendidih

Es mencair
Air mendidih
Celcius
0
100
fahrenheit
32
212
Untuk percobaan suatu thermometer, diperlukan dua suhu referensi tetap yaitu titik beku air (es yang sedang mencair) pada titik 00C dan titik didih air pada 1000C tekanan 1 atm.
Untuk menera thermometer badan, diperlukan bantuan thermometer batang yang mempunyai range -100C s.d. 1100C.
Thermometer batang ditera secara langsung pada suhu titik beku air 00C dan titik didih air pada 1000C, pada tekanan luar udara atmosfir.
Selajutnya dimasukkan ke dalam air hangat, yang diperkirakan suhunya berada antara 350C-450C.
Bila titik didih air menurut table adalah T0C sedang thermometer batang dalam air mendidih menunjukkan b0C dan pembacaan dalam air yang membeku a0C maka harga skala thermometer batang dapat ditentukan dengan cara :
Sehingga thermometer batang dalam air hangat yang bersuhu t0C akan mempunyai suhu yang sebenarnya:
Koreksi thermometer batang adalah selisih antara suhu sesunggunya dan suhu terbaca yaitu : ( x – t )
Jika thermometer badan menunjukkan t° maka koreksi thermometer badan adalah: ( x - t° )
2.4.3 Alat dan Bahan
1. Thermometer batang dengan range -32º ─ 42º C / yang sejenis dengan range -38 ─ 42º C
2. Thermometer badan dengan range -10 ─ 300º C
3. Tabel titik didih air
4. Bejana / ember
5. air
6. Kompor sepirtus
7. Kalori meter
8. Es
9. Garam
2.4.4 Prosedur Percobaan
1. Mengukur dan mencatat suhu kamar saat itu juga
2. Memasukan thermometer batang ke dalam bejana yang berisi es yang sedang mencair
3. Mencatat pembacaan thermometer batang tersebut sebagai b0C
4. Mengulangi langkah 3 s/d 4 tersebut sebanyak 5 kali
5. Memasukkan thermometer tersebut kedalam bejana didih
6. Menghitung harga skala thermometer batang tersebut
7. Memasukan thermometer batang tersebut ke dalam bejana air hangat yang telah disediakan terlebih dahulu
8. Mengamati suhu penunjukan thermometer batang sampai pada daerah antara 35-450C
9. Mencatat hasil penunjukkan sebagai t0C
10. Menghitung penunjukkan thermometer batang yang sebenarnya pada air hangat ( point 10-11)sebagai x0C
11. Menghitung koreksi thermometer batang sebagai (x-t)0C
12. Memasukan thermometer badan pada air hangat tersebut
13. Mengukur dan mencatat suhu penunjukan thermometer badan tersebut sebagai t0C
14. Menghitung koreksi thermometer badan sebagai (x-t)0C
15. Mengulangi percobaan tersebut dari point 1 s/d 14 sebanyak 3 kali
16. Membuat data-data tersebut
2.4.5 Hasil Percobaan dan Pembahasan
Perc
Penunjukan thermometer batang
Kondisi air hangat
Suhu air membeku
Suhu air mendidih
Penunjukan thermometer batang
Penunjukan thermometer badan
1
– 0,2
96
37,5
36,4
2
– 0,2
97
36
37,1
3
– 0,2
95
37
36
= 0C = = 39,2 0C
= 0C = = 37,2 0C
= 0C = = 39,1 0C
Koreksi thermometer batang (1,7 + 1,2 + 2,1)=1,67 0C
= 39,2 – 37,5 = 1,7 0C
= 37,2 – 36= 1,2 0C
= 39,1 – 37= 2,1 0C
Koreksi thermometer badan (2,8 + 0,1 + 3,1) = 2 0C
= 39,2 – 36,4 = 2,8 0C
= 37,2 – 37,1= 0,1 0C
= 39,1 – 36 = 3,1 0C
Data terbaik
2,89 + 1,44 + 4,41 =8,74 0C
0C
+ = 1,67 + 0,24 = 1,91 0C
= 1,67– 0,24 = 1,43 0C
7,84 + 0,01 + 9,61 = 17,46 0C
0C
Data terbaik
+ = 2+ 0,95 = 2,95 0C
= 2– 0,95 = 1,05 0C
Pada percobaan thermometer ,suhu pada air mendidih berkisar antara 95 0C sampai 97 0C.Pada kondisi air hangat kedua thermometer menunjukan hasi nilai yang sama yaitu berkisar antara 36 0C dan 37 0C.Untuk suhu rata-rata thermometer batang yaitu 1,67 0C dan suhu rata-rata thermometer badan yaitu 2 0C.Sedangkan data terbaik untuk thermometer batang nilainya berkisar antara 1,91 0C dan 1,43 0C dandata terbaik untuk thermometer badan nilainya yaitu 2,95 0C dan 1,05 0C.
2.4.6 Analisis kesalahan
  1. Kesalahan penentuan nilai yang di tunjukan thermometer mengakibatkan kesalahan perhitungan
  2. penggunaan thermometer yang tidak sesuai dengan posedur percobaan
2.4.7 Kesimpulan
  1. Untuk percobaan thermometer digunakan dua referensi yaitu es yang sedang mencair pada 0 0C dan air yang sedang mendidih 100 0C
  2. Untuk menera thermometer badan, diperlukan bantuan thermometer batang yang mempunyai range -100C s.d. 1100C.
  3. Air dapat mendidih pada suhu berkisar antara 95 0C dan 97 0C
  4. Pada kondisi air hangat skala yang ditunjukan kedua thermometer nilainya sama berkisar antara 36 0C dan 37 0C
  5. Data terbaik untuk thermometer batang nilainya berkisar antara 1,91 0C dan 1,43 0C dan data terbaik untuk thermometer badan nilainya yaitu 2,95 0C dan 1,05 0C
II.5 HYDROSTATIC
2.5.1 Tujuan
1. Memahami dasar-dasar hydrostatic
2. Menghitung Koefisien discharge (Cd)
3. Menghitung Reynold Number (NRc)
4. Menghitung tekanan hydrostatic (P)
2.5.2 Dasar Teori
Tekanan di definisikan sebagai gaya per satuan luas.Dalam zat cair yang menggenang (diam) terdapat tekanan yang di sebut tekanan hidrostatis.Tekanan itu ada karena pengaruh gravitasi bumi, dengan kata lain air mempunyai berat.Air dalam satu bejana dapat dipandang terdiri atas lapisan-lapisan air.Lapisan air paling bawah mempunyai berat tertentu.
Gaya berat itu menekan dasar dan dinding bejana.Demikian pula yang dilakukan oleh bagian atasnya.Akibatnya lapisan air di dalam bejana, menyangga semua tekanan lapisan air di atasnya, itulah sebabnya tekanan air di dasar bejana paling besar dan tekanan air di permukaan kecil.
Dalam bejana air menekan ke segala arah.Hal itu disebabkan air mempunyai sifat mengalir, jadi tidak hanya dinding bejana yang ditekan oleh air akan tetapi di setiap titik dalam air terdapat tekanan air.Dasar-dasar hidrostatika yang terutama dalam suatu cairan meliputi koefisien discharge, Reynold number dan tekanan hidrostatika. Konstruksi suatu tangki, bendungan, tanggul tidak lepas dari masalah ini, disamping faktor lain.
Persamaan :
Cd=
Dimana:
T = waktu yang diperlukan untuk mengalir dari suatu
ketinggian mula-mula sampai ketinggian berikutnya.
A = Luas penampang ember (cm2)
a = Luas penampang orifice (cm2)
g = percepatan gravitasi (cm/s2)
h1 = tinggi cairan mula-mula (cm)
h2 = tinggi cairan setelah turun pada tingkat yang ke dua.
NRc =
Dimana:
d = diameter orifice (cm)
v = kecepatan aliran (cm/s)
= kekentalan cairan
P =
Dimana:
P = tekanan hidrostatis (g/cm2)
h = ketinggian cairan sampai dasar tangki
= berat jenis cairan
2.5.3 Alat dan Bahan
Alat dan bahan
1. Ember
2. Stopwatch
3. Penggaris
4. Thermometer
5. Air
2.5.4 Prosedur percobaan
1. Mengukur diameter bejana (D) dan menghitung luasnya sebagai (A)
2. Mengukur diameter (d) orifice dan menghitung luas orifice sebagai (a)
3. Mengisi ember sampai ketinggian air mencapai 15 cm dari dasar
4. Membuka tutup orifice bersamaan dengan menekan stopwatch dan mencatat waktu yang diperlukan untuk mengosongkan ember sampai ketinggian 10 cm
5. Mengulangi seperti prosedur no.4 pada ktinggian 12cm dan mencatat waktui yang diperlukan untuk mengosongkan ember sampai ketinggian 8 cm
6. Mengulangi seperti prosedur no.4 pada ktinggian 9cm dan mencatat waktu yang diperlukan untuk mengosongkan ember sampai ketinggian 6cm
7. Menghitung Cd, NRc, dan P yang terjadi pada percobaan tersebut
2.5.5 Hasil Percobaan dan Pembahasan
NO.
H
T
V
1.
15 – 10
98
0,051
2.
10 – 5
115
0,043
3.
5 – 0
332
0,015
4.
12 – 8
87
0,046
5.
8 – 4
101
0,039
6.
4 – 0
270
0,015
7.
9 – 6
69
0,043
8.
6 – 3
92
0,032
9.
3 – 0
249
0,012
= =0,023
=
=
=
= = 0,65
1.987.15 = 14.805 gr/cm2
1.987.10 = 9870 gr/cm2
1.987.5 = 4935 gr/cm2
=
=
=
=
=
1.987.12 = 11.844 gr/cm2
1.987.8 = 7.896 gr/cm2
1.987.4 = 3948 gr/cm2
=
=
=
=
=
=
1.987.9 = 8.883 gr/cm2
1.987.6 = 5.922 gr/cm2
1.987.3 = 2.961 gr/cm2
Waktu yang diperlukan untuk mengosongkan ember dari ketinggian awal sampai akhir waktunya bertambah lama.Contohnya pada ketinggian 15 cm – 10 cm waktunya 98s.Sedangkan untuk mengosongkan ember pada ketinggian 5 cm – 0 cm adalah 332s.Kecepatan aliran air dari ketinggian awal sampai akhir semakin berkurang contohnya untuk kecepatan pada saat ketinggian 12 cm – 8 cm kecepatannya yaitu 0,046 cm/s sedangkan kecepatan pada saat ketinggian 4 cm – 0 cm yaitu 0,015.Tekanan hidrostatis nilainya semakin kecil karena ketinggian air di ember semakin berkurang.
2.5.6 Analiasis kesalahan
  1. Perhitungan luas penampang ember dan orifice yang tidak teliti
  2. Kesalahan perhitungan waktu dan ketinggian air
2.5.7 Hasil Percobaan dan Pembahasan
  1. Tekanan di dasar ember lebih besar dibanding tekanan di permukaan ember
  2. Luas penampang ember dan orifice akan mempengaruhi perhitungan nilai Koefisien discharge (Cd)
  3. Ketinggian, kecepatan aliran, dan waktu mempengaruhi hasil perhitungan
  4. Jika ketinggian air semakin berkurang maka waktu yang di butuhkan semakin lama dan tekanan hidrostatis semakin kecil
  5. Viskositas dan diameter orifice mempengaruhi nilai perhitungan Reynold Number (NRc)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum fisika dasar I yaitu sebelum mempraktekan di laboratorium harus memahami tentang alat-alat dan penggunaannya seperti contohnya thermometer batang fungsinya untuk mengukur suhu ruangan, stopwatch fungsinya untuk mengukur waktu di setiap percobaan. Percepatan gravitasi yaitu perubahan kecepatan gaya tarik bumi terhadap suatu benda, untuk menentukan percepatan gravitasi dapat dilakukan dengan pertolongn metodhe : ayunan bandul, oscilasi pegas berbeban, dan oscilasi cairan. Thermometer tujuannya untuk membaca suhu kamar/ambient temperatur, mengitung harga skala thermometer batang, mengitung suhu seseunguhnya dari thermometer yang ditera, menghitung koreksi thermometer yang ditera. Menentukan koefisien kekentalan yaitu dengan menentukan koefisien kekentalan suatu zat cair menurut hukum stokes , menghitung rapat muatan bola, menghitung rapat muatan cairan. Hydrostatika bertujuan untuk mengitung kofisien discharge (Cd), untuk mengitung Reynold Number (NRc), dan untuk mengitung tekanan hydostatika (P).
3.1 Saran
Selain ilmu yang dipelajari pada saat perkuliahan kegiatan praktikum dapat membuat mahasiswa lebih mengerti untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menambah wawasan serta pengetahuan untuk mahasiswa itu sendiri.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu fisika yang dipelajari mahasiswa pada saat perkuliahan harus memberikan aplikasinya untuk mahasiswa agar dapat lebih berkembang dan maju.Untuk itu kegiatan praktikum fisika ini sangat penting karena mahasiswa harus dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.
Dengan kegiatan praktikum fisika di laboratorium fisika diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas untuk mahasiswa.
1.2 Tujuan.
Tujuan dari praktikum fisika ini adalah agar kami sebagai mahasiswa mengetahui kegiatan yang ada di laboratorium dari mulai alat-alat percobaan,cara penggunaan alat percobaan, bahan-bahan percobaan dan masih banyak kegiatan-kergiataan lainya yang berhubungan dengan praktek fisika yang ada di laboratoruim, dan tugas mata kuliah FISIKA DASAR I.
1.3 Manfaat
  1. Mahasiswa dapat mengetahui penggunaan dan fungsi dari alat-alat percobaan
  2. Mahasiswa dapat menghitung data-data dengan mengunakan rumus yang ada
  3. Mahasiswa dapat mengetahiprosedur kerja dari suatu percobaan
1.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembuatan laporan ini adalah membahas tentang pengenalan dan penggunaan alat-alat laboratorium, percobaan percepatan gravitasi,koefisien kekentalan,thermometer dan hydrostatika.
KATA PENGANTAR
Penyusun mengucapakan puji syukur atas kehadirat Allah SWT dengan rahmat dan hidayat-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan RESMI FISIKA DASAR I.
Adapun tujuan pembuatan ini adalah untuk memunuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Dasar I. Dalam penyusunan dan penyelesaian laporan ini tidak lepas dari bimbingan berbagai pihak yang telah membantu sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ir. Hanifah Handayani, selaku Direktur Akamigas Balongan Indramayu.
2. Ibu Yanasari, S.Si. Selaku dosen Fisika.
3. Asisten dosen fisika Nursanti Fatmalaelasari dan Maydilasari.
4. Seluruh pihak yang telah mendukung dari awal hingga akhir sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
Penyusun menyadari dalam penyusunan laporan resmi fisika ini masih terdapat kekurangan, demi kesempurnaan pembuatan berikutnya, maka koreksi dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan.
Indramayu, 9 Februari 2008
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR I
Nama : FATIMAH
Jurusan : Fire and Safety
Judul : Laporan Resmi Praktikum Fisika Dasar I
LAPORAN INI TELAH DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
DOSEN MATA KULIAH FISIKA DASAR I
DITERIMA TANGGAL ….FEBRUARI 2008

PARAF

DOSEN FISIKA
ASISTEN DOSEN II
ASISTEN DOSEN
I
Hari/Tanggal ………….
( Yanasari,S.Si )
Hari/Tanggal……….…...
( Nursanti Fatmalaelasari )
Hari/Tanggal ……………
( Maydilasari )

 Marthen.1999.Seribu Pena Fisika 1.Jakarta:Erlangga

DAFTAR PUSTAKA
  1. Scaum. “ Diktat Fiska Dasar I “. Bahan kuliah, 1999
  2. Kanginan,
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

==========================
Berkomentarlah yang baik..
"Terima Kasih"
==========================

Random Post